Bab Seratus Lima Puluh Sembilan: Siapa Pun yang Menggangguku Akan Kubunuh
Di atas pucuk pohon, Li Li tersenyum tipis, sama sekali tidak berniat untuk bertindak.
Para murid Aula Tang itu mendengar perkataan Ning Xueer, seketika menjadi sangat waspada. Mereka langsung berhenti di tempat, secara samar-samar mengepung Ning Xueer di tengah. Berbagai macam senjata Dou di tangan mereka diacungkan di depan dada, sementara mereka mengerahkan kekuatan Dou untuk memeriksa sekeliling dan tanah. Bahkan pucuk pohon tempat Li Li bersembunyi juga disapu oleh pandangan mereka dua kali, namun mereka tetap tidak menemukan jebakan apa pun.
"Haha, Neng manis, kamu pasti sudah ketakutan sampai gila! Masih bicara soal jebakan, kamulah jebakan yang lembut itu!"
"Tidak ada jebakan sama sekali, hanya menggertak. Kamu pikir itu bisa mengubah nasibmu?"
Tiga orang murid itu mencibir sambil mendekati Ning Xueer, sementara murid-murid lainnya terpencar di sekeliling, samar-samar menutup semua jalur pelarian Ning Xueer.
Melihat Li Li benar-benar tidak bertindak, sementara ketiga murid itu sudah semakin mendekat, ekspresi kecewa mau tak mau muncul di wajah Ning Xueer. Ia langsung mengerucutkan bibirnya yang kecil dan mengeluarkan suara yang memikat: "Kenapa kamu masih belum bertindak juga? Paling-paling nanti aku akan membayarmu dengan bunga, dan membiarkanmu menyentuh tangan kecilku."
"Haha, gadis ini benar-benar sudah gila. Tenang saja, kali ini bahkan dewa pun tidak bisa menyelamatkanmu."
"Menyentuh tangan kecil? Biar aku saja yang mencium tangan kecilmu!"
"Haha, bentuk tubuh gadis ini lumayan bagus dan juga seksi. Sebentar lagi pasti akan sangat mendebarkan, jangan-jangan kita semua malah bukan tandingannya."
"Sekali tidak cukup, kita buat dua kali. Kita semua pasti akan membuat gadis ini puas."
"Neng manis, lepaskan dulu pakaianmu. Aku harus memeriksa barangnya terlebih dahulu, jangan sampai membuat kami sesama saudara seperguruan kecewa."
Ketiga murid itu tertawa terbahak-bahak, mata mereka memancarkan tatapan mesum dan penuh nafsu. Mereka sama sekali mengabaikan perkataan Ning Xueer dan mendekat dengan cepat. Dalam sekejap mata, jarak mereka dengan Ning Xueer sudah kurang dari satu tombak.
Terus-menerus dikejar selama dua hari, tenaga Ning Xueer sudah lama habis terkuras. Melihat dirinya tidak bisa melarikan diri dan Li Li masih belum bertindak, bagaimana mungkin Ning Xueer tidak merasa cemas.
"Kakak Li Li, jika kamu masih tidak bertindak, paling-paling... paling-paling nanti aku akan membiarkanmu menyentuhku semaumu sekali saja!" Ning Xueer berteriak dengan cemas dan nyaring.
"Li Li? Murid tidak berguna dari Aula Mingyue itu? Li Li si pencari kekuatan lembut tingkat Dou Jing? Kalau mau menakuti kami, pilihlah murid yang lebih tangguh sedikit." Seorang murid mendengarnya dan tertegun sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak.
"Li Li ini benar-benar penuh kasih sayang. Namun, membiarkan dia melihat kekasih kecilnya merintih di bawah tubuh kita sepertinya juga pilihan yang tidak buruk."
"Sampah, meskipun dia keluar apa gunanya? Dia hanya akan menonton pemandangan genit wanitanya secara gratis, lalu pergi bersama ke neraka."
"Membuat Li Li ini ketakutan sampai mati pun dia tidak akan berani keluar. Jangan-jangan saat kita sedang menikmati, dia hanya bisa bersembunyi di dalam rumput sambil menonton secara diam-diam dan muntah darah di dalam hatinya."
"Sebentar lagi semuanya kerahkan tenaga, biarkan gadis ini melihat apakah kita para saudara seperguruan lebih perkasa daripada Kakak Li Li-nya?"
Mendengar ini, mata Li Li sedikit menyipit. Kemarahan di dalam hatinya sudah membakar ubun-ubun, wajahnya berubah menjadi pucat pasi, dan niat membunuh di dalam hatinya semakin pekat.
Seketika itu juga, Li Li mengeluarkan Sepasang Palu Naga dari kantong penyimpanan, lalu dengan cepat mengalirkan energi Dou ke dalamnya.
Pertama kalinya mengerahkan Sepasang Palu Naga ini, Li Li menyerap seluruh energi Dou karena belum terbiasa. Namun, di dalam tubuh Li Li terdapat Istana Dewa Malam, bahkan ada Prasasti Penenang Dewa yang energi Dou-nya berlimpah bagaikan lautan. Sekarang, selama Li Li membuka meridiannya, Prasasti Penenang Dewa secara alami dapat mengisi penuh Sepasang Palu Naga tersebut, dan Li Li sama sekali tidak akan merasakan ketidaknyamanan apa pun.
Di tengah derai tawa riuh, dalam sekejap mata, ketiga murid itu sudah menerjang ke arah Ning Xueer dengan cepat.
Tepat pada saat itu, sebuah bentakan rendah terdengar dari atas pucuk pohon. Li Li mengerahkan teknik gerakan Bayangan Malam secara maksimal, ujung kakinya menjejak batang pohon, seluruh tubuhnya melompat bagaikan elang perkasa yang menerkam mangsa. Dengan kedua lengan terbentang dan bagaikan sambaran petir, ia tiba-tiba melesat turun ke bawah!
Syuut!
Dua gumpalan cahaya bagaikan matahari terpancar dari pucuk pohon. Energi Dou meledak dengan hebatnya, bahkan energi Dou yang secara spontan terpancar dari Sepasang Palu Naga berhasil mencerai-beraikan dedaunan lebat di pucuk pohon itu. Daun-daun lebat itu tidak mampu menahan tekanan tersebut dan berjatuhan satu per satu bagaikan butiran air hujan.
Di tengah guguran daun, sepasang palu di tangan Li Li diayunkan dengan ganas. Dalam sekejap, dua tebasan bilah energi semi-transparan melintang dan menebas keluar.
Bersamaan dengan ayunan palu tersebut, aura Li Li juga mengalami perubahan drastis. Dari status bersembunyi dan menahan aura sebelumnya, kini auranya menjadi sangat tajam dan menonjol, seolah-olah hendak meratakan segala sesuatu yang berada di hadapannya.
Bilah energi melintas, dalam sekejap menyapu area seluas beberapa tombak di depan Li Li. Gerakannya secepat kilat, namun terasa sehalus hembusan angin sepoi-sepoi yang membelai wajah.
Bum!
Begitu Li Li mendarat di tanah, sebuah suara dentuman keras tiba-tiba terdengar di kejauhan. Dua bilah angin sepanjang lebih dari satu tombak seketika meratakan semak belukar yang berada di luar belasan tombak, menghantam tanah dan meninggalkan dua parit yang dalam.
Di tepi parit itu, tiga buah kepala berputar-putar tidak beraturan, lalu jatuh ke dalam parit dan tidak terlihat lagi wujudnya.
Pada saat itu, tubuh ketiga murid yang kehilangan kepala di sekitar area beberapa tombak dari tempat Li Li berdiri baru saja merubruk tanah dengan bunyi gedebuk. Darah segar menyembur keluar, bahkan memercik ke tubuh murid-murid lain yang berada di kejauhan.
Tak lama kemudian, darah berkumpul menjadi sebuah aliran anak sungai berwarna merah darah. Bau amis darah seketika memenuhi seluruh ruangan.
Sekali serang langsung tewas, sama sekali tidak ada ruang untuk melawan. Kemunculan Li Li terlalu mendadak, dan cara serangannya juga membuat semua orang terkejut seketika. Tekanan kuat yang terpancar membuat murid-murid yang tadinya bersikap arogan itu seketika merasa lemas di bagian kaki, dan napas mereka pun menjadi terengah-engah.
Elang terbang menebas mendatar, membawa kekuatan sembilan langit, menyerang pasti membunuh! Meratakan segalanya!
Setelah mendarat di tanah, cahaya pada Sepasang Palu Naga langsung meredup. Namun, pada saat ini energi Dou di dalam tubuh Li Li mengalir deras bagaikan gelombang badai yang menyeberangi sungai, seketika meratakan segalanya, dan Sepasang Palu Naga pun kembali memancarkan cahaya menyilaukan secara tiba-tiba.
"Kamu... kamu... siapa kamu, ke... kenapa... kenapa kamu melakukan pembunuhan mendadak terhadap kami?" Seorang murid tampaknya sudah sangat ketakutan hingga nyalinya ciut oleh serangan Li Li tadi, ia bertanya terbata-bata dengan ekspresi kaku.
"Aku adalah Li Li. Siapa pun yang menggangguku, akan kubunuh!" Mentalitas Li Li saat ini telah berubah. Menghadapi musuh, tentu saja dia tidak akan lagi bersikap ragu-ragu. Dengan bentakan dingin, ujung kakinya kembali menjejak tanah dan menerkam ke arah dua murid terdekat.
"Lari!" Pada saat itu, entah murid yang mana yang baru sadar dari keterkejutan, langsung berteriak dengan nyaring. Sontak, kelima murid yang tersisa langsung membalikkan badan dan berniat melarikan diri.
Pada saat yang sama, Ning Xueer juga sadar dari keterkejutan sesaat tadi. Ia mengeluarkan bentakan nyaring, tubuhnya tiba-tiba melesat maju. Sepasang senjata Dou berbentuk jepit rambut di tangannya langsung menghujam ke arah punggung salah satu murid yang sedang melarikan diri.
Sementara itu, Li Li juga telah menerkam maju. Sepasang Palu Naga diubah dari teknik menyapu menjadi menusuk, dua gelombang energi Dou yang tangguh seketika melesat keluar, berubah wujud menjadi tombak sepanjang puluhan tombak, dan langsung menembus punggung dua orang murid yang sedang kabur.
Argh!
Jeritan kesakitan terdengar. Seorang murid yang berada sedikit lebih dekat dengan Li Li bahkan belum sempat bereaksi ketika energi Dou telah mencapai tubuhnya, seketika memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
Sementara murid yang seorang lagi memiliki reaksi yang cukup lincah. Pada saat krusial, ia segera berbalik sambil memegang senjata Dou untuk menangkis.
Namun, bagaimana mungkin kekuatan Sepasang Palu Naga bisa ditangkis oleh senjata biasa? Dalam sekejap mata, senjata Dou beserta pemiliknya hancur berkeping-keping. Sebuah lubang darah yang besar tiba-tiba muncul di dadanya, organ dalam beserta darah segar menyembur keluar melalui lubang tersebut. Hingga mati pun ia masih membelalakkan matanya, menatap Li Li dengan rasa tidak percaya.
Kembali membunuh dua orang murid, Li Li hanya sempat menarik napas sejenak, lalu segera berbalik badan.
Namun, pada saat itu Ning Xueer juga telah memanfaatkan kesempatan. Ia melakukan serangan diam-diam secara tiba-tiba dan membunuh murid yang sedang dikejarnya itu. Pada saat bersamaan, ia melemparkan senjata Dou dari tangannya untuk menyerang seorang murid yang sudah melangkah masuk ke dalam semak belukar.
Seketika itu juga, murid tersebut menerobos masuk ke dalam semak belukar, namun langsung mengeluarkan jeritan melengking yang mengenaskan, sebelum akhirnya senyap tanpa suara.
Menarik napas dalam-dalam, Li Li dengan santai menyimpan sepasang palu ke dalam kantong penyimpanan.
Dalam sekejap mata, dalam waktu sesingkat tarikan napas, enam dari delapan murid telah dibunuh. Meskipun dua orang berhasil melarikan diri, Ning Xueer menghela napas panjang sambil terus menepuk-nepuk dadanya dengan tangan kecilnya.
"Kakak Li Li, aku tidak menyangka baru beberapa hari kita berpisah, kekuatanmu sudah meningkat begitu pesat hingga membuat adik perempuan ini sangat kagum. Hari ini, terima kasih banyak kepadamu." Melihat Li Li berjalan mendekat, Ning Xueer tersenyum manis dan berkata.
"Tidak ada yang perlu di terima kasihkan. Aku bertindak demi bunga pinjaman." Li Li tersenyum tipis dan berjalan cepat menghampiri Ning Xueer.