Bab Seratus Lima: Bermain Air di Pemandian Air Panas
Li Li dan Liu Mei'er memasuki kolam air panas di Kediaman Aroma Samadi. Di sana, sebuah batu kuning terang memancarkan cahaya lembut yang menenangkan, ditemani oleh beberapa permata bercahaya lainnya. Mengetahui Liu Mei'er merasa malu, Li Li sengaja tidak menyalakan permata yang lain.
Saat Li Li masuk ke dalam kolam, Liu Mei'er sudah berendam dengan wajah yang memerah padam. Matanya yang besar berkedip-kedip, tampak bingung harus menatap ke mana. Melihat sikap Liu Mei'er yang malu-malu dan menggemaskan, hati Li Li dipenuhi rasa sayang.
Meskipun mereka sudah pernah saling bersentuhan intim sebelumnya, mereka belum pernah mandi bersama. Di dalam air kolam, Liu Mei'er merasa sangat canggung. Jarak mereka terpisah sekitar sepuluh depa. Melihat Liu Mei'er yang tidak berani mendekat, Li Li tertawa kecil dan berenang ke arahnya. "Mei'er, kolam ini sangat luas, suhu airnya pun pas. Jika musim dingin tiba, kita tetap bisa mandi di sini."
Li Li sengaja mengalihkan pembicaraan agar Liu Mei'er tidak terus memikirkan situasi mereka yang sedang berduaan.
"Hmm, tempat ini sangat nyaman. Saat aku kecil, aku paling suka bermain di kolam besar seperti ini," ujar Liu Mei'er dengan tatapan menerawang. Tiba-tiba, ia menghambur ke pelukan Li Li. "Kak Li Li, aku sangat merindukan ayahku."
Air mata jatuh tanpa suara, terasa dingin saat membasahi dada Li Li, kontras dengan hangat