Bab Seratus Lima Puluh Tiga: Jalan Sang Tiran
Kristal darah sebagai mata uang bernilai tinggi tentu saja tidak boleh digunakan dalam transaksi sehari-hari manusia biasa. Donny dan kelompoknya kemudian menciptakan seperangkat mata uang khusus untuk digunakan oleh orang biasa, yaitu koin naga yang dicetak dari campuran berbagai jenis logam.
Mata uang ini diperuntukkan bagi orang-orang biasa untuk melakukan transaksi sehari-hari, namun daya beli mata uang ini dibatasi secara ketat. Bahkan jika seorang manusia biasa memiliki sepuluh ribu koin naga, dalam satu kali transaksi ia hanya diizinkan menggunakan paling banyak sepuluh koin naga, dan tidak diperbolehkan menggunakan koin naga untuk membeli jenis barang yang sama secara berulang dalam kurun waktu tiga hari.
Koin naga berlebih yang dipegang oleh orang biasa dapat ditukarkan dengan kristal darah tingkat satu di kediaman penguasa kota dengan rasio pertukaran satu berbanding seratus. Kendati demikian, penukaran hanya dapat dilakukan sebanyak satu keping saja dalam sekali waktu, dan dalam sebulan orang yang sama hanya diizinkan melakukan penukaran satu kali. Peraturan ini secara ketat membatasi siapa saja yang berniat mencari keuntungan melalui spekulasi atau pemalsuan uang.
Kedua, menghentikan cara-cara kasar Yang Guang dalam merekrut orang sebelumnya, dan menggantinya dengan mengeluarkan maklumat perekrutan untuk mengajak seluruh manusia normal bergabung ke Wilayah Komodo, terutama mereka yang memiliki keahlian khusus akan sangat disambut. Bahkan jika mereka melakukan kejahatan besar di permukiman lain, mereka tetap diperbolehkan bergabung ke Wilayah Komodo. Tentu saja, setelah bergabung, mereka wajib mematuhi aturan yang berlaku di Wilayah Komodo.
Ia juga mengusulkan agar penduduk manusia nonmiliter di Wilayah Komodo saat ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu warga kota, warga wilayah, dan warga merdeka. Warga kota diizinkan tinggal di Kota Komodo yang paling aman, namun masing-masing dari mereka diwajibkan membayar pajak kepala sebesar tiga puluh koin naga setiap bulannya.
Warga wilayah saat ini terdiri dari manusia yang menetap dalam radius seratus mil dari Kota Komodo. Karena tidak sanggup membayar pajak kepala sebesar tiga puluh koin naga setiap bulan, mereka terpaksa menetap di kota-kota kecil di luar Kota Komodo.
Kota-kota kecil ini juga berada di bawah yurisdiksi Kota Komodo. Setelah menetap di sana, mereka tetap harus membayar pajak kepala sebesar sepuluh koin naga setiap orang per bulan, namun tingkat keamanan kota-kota kecil tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Kota Komodo yang dijaga langsung oleh Yang Guang dan pasukan pengawal utama.
Warga merdeka adalah manusia yang sama sekali tidak berada di bawah yurisdiksi Wilayah Komodo. Kecuali jika mereka melanggar hukum Wilayah Komodo, bahkan Yang Guang tidak memiliki kewenangan untuk memerintah mereka. Namun, jika mereka ingin masuk dan tinggal di Kota Komodo beserta kota-kota kecil bawahannya, mereka diwajibkan membayar biaya perlindungan sebesar sepuluh hingga tiga puluh koin naga setiap hari.
Aturan-aturan ini ditetapkan khusus untuk manusia. Adapun untuk makhluk spiritual, hanya makhluk spiritual tingkat dua yang mampu menggunakan teknik telepati dan berkomunikasi secara normal dengan manusia yang menikmati hak istimewa tersebut. Jika tidak, mereka harus bergabung terlebih dahulu dengan pasukan pengawal khusus Wilayah Komodo sebelum diizinkan memasuki kawasan perkotaan di Kota Komodo yang khusus dibangun untuk para makhluk spiritual.
Harus diakui, usulan-usulan dari Donny dan rekan-rekannya sungguh luar biasa. Bagi Yang Guang, rencana-rencana Donny ini akan membuat kekuasaannya menjadi lebih sederhana sekaligus kokoh.
Bayangkan saja, para warga kota dan warga wilayah biasa yang ingin bertahan hidup di tempat ini terpaksa menukarkan hasil jerih payah kerja keras mereka di kediaman penguasa kota dengan harga sangat murah demi mendapatkan koin naga yang wajib mereka setorkan. Tanpa adanya kejadian luar biasa, koin-koin naga tersebut hanya akan cukup untuk membuat mereka bertahan hidup secara pas-pasan di Wilayah Komodo.
Sementara itu, para praktisi yang enggan tunduk pada aturan Wilayah Komodo tentu saja dapat memilih untuk menjadi warga merdeka. Akan tetapi, mereka harus bertarung dan membunuh Orc jahat yang buas atau makhluk spiritual demi mendapatkan kristal darah atau daging makhluk spiritual untuk menjamin kebebasan hidup mereka di Wilayah Komodo. Wilayah Komodo bukan hanya menarik biaya perlindungan, biaya makan dan tempat tinggal di sana juga sangat mahal!
Begitu peraturan baru Wilayah Komodo diumumkan, seluruh kota langsung gempar. Banyak manusia segera menyadari hakikat kejam di balik aturan-aturan sederhana tersebut, dan mereka seketika berniat untuk melakukan perlawanan.
Namun, di bawah pengawasan langsung Mohyou, para pemberontak tersebut langsung ditelan hidup-hidup di tempat oleh para naga komodo anak buahnya. Di bawah ancaman naga-naga komodo berukuran raksasa itu, manusia-manusia tersebut tidak punya pilihan selain menerima aturan-aturan tersebut.
"Donny, kalian telah bekerja dengan sangat baik. Baginda sekarang juga bisa menganugerahkan darah suci Baginda kepadamu, agar kau juga bisa menjadi seorang praktisi secepatnya." Melihat manusia-manusia tersebut akhirnya menerima peraturan baru, Yang Guang melontarkan pujian tinggi kepada Donny yang berada di sampingnya.
"Terima kasih atas anugerah Yang Mulia Raja Naga. Donny bersumpah akan menjadi anjing setia Yang Mulia." Mendengar bahwa Yang Guang hendak menganugerahkannya darah naga yang telah lama ia dambakan, wajah Donny langsung menyiratkan kegirangan luar biasa dan ia segera berlutut untuk menyatakan kesetiaannya.
Adapun mengenai penderitaan seperti apa yang akan ditimbulkan oleh rencana-rencananya terhadap orang-orang biasa, apa pedulinya? Bagaimanapun, saat ini ia sudah dianggap sebagai bagian dari golongan penguasa di Wilayah Komodo. Aturan-aturan itu sama sekali tidak berarti apa-apa bagi dirinya dan manusia-manusia lain yang membantu Yang Guang; gaji bulanan mereka masih lebih dari cukup bahkan setelah dikurangi pajak kepala.
Malam itu juga, banyak manusia melarikan diri dari Kota Komodo. Terkait orang-orang yang melarikan diri ini, Yang Guang sudah menduganya sejak lama dan telah memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan sebuah "kejutan besar" bagi mereka di depan sana.
Keesokan paginya, dari ratusan orang yang kabur tadi malam, hanya tersisa belasan orang yang kembali ke kota dalam kondisi bersimbah darah. Melalui penuturan mereka, manusia di dalam kota baru mengetahui bahwa mereka telah berpapasan dengan para Orc jahat. Ratusan orang yang melarikan diri tadi malam kini telah dimakan oleh para Orc jahat hingga hanya menyisakan belasan orang itu saja.
Begitu orang-orang tersebut selesai berbicara, para petugas penegak hukum yang sejak lama mengikuti di belakang mereka langsung mengumumkan bahwa mereka telah terinfeksi racun darah, lalu menghabisi nyawa mereka di tempat saat itu juga. Manusia di dalam kota tentu saja paham bahwa ini adalah tindakan membunuh ayam untuk menak-nakuti monyet, namun mau tidak mau mereka tetap harus menelan mentah-mentah taktik tersebut. Bagaimanapun, dunia di luar sana memang jauh lebih mengerikan daripada di dalam kota.
Tidak ada pilihan lain, sejumlah besar manusia terpaksa berhutang terlebih dahulu untuk membayar pajak kepala dan biaya sewa. Mereka meminjam beberapa ekor sapi betina, domba betina, gandum, dan barang-barang lainnya dari kediaman penguasa kota untuk mulai bercocok tanam dan beternak di luar kota. Jika mereka gagal melunasi hutang dalam batas waktu yang telah ditentukan, mereka akan diusir keluar dari Kota Komodo.
Tentu saja, para pekerja terampil yang masih dibutuhkan jauh lebih beruntung daripada orang-orang tersebut. Mereka dapat bekerja di beberapa pabrik yang tersisa di dalam kota untuk menukar barang-barang kebutuhan mereka. Kendati demikian, jumlah manusia seperti itu sangatlah sedikit, dan tanpa adanya orang dalam, mustahil bisa masuk ke dalam sedikit pabrik yang tersisa itu.
Ketika kebijakan baru Wilayah Komodo disebarluaskan, seluruh Padang Rumput Pampas pun bergempar. Di dalam kota-kota manusia yang selamat, orang-orang biasa mengutuk Yang Guang tanpa henti. Di mulut mereka, Yang Guang adalah seekor naga tirani yang tidak mengenal ampun, bahkan lebih kejam dan pendendam daripada para Orc jahat.
Sebaliknya, manusia-manusia yang menjadi golongan penguasa justru memilih bungkam. Yang Guang telah membuka sebuah preseden baru; ia melakukan apa yang selama ini ingin mereka lakukan namun tidak pernah berani mereka perbuat. Kendati demikian, mereka sadar bahwa kebijakan-kebijakan Yang Guang inilah satu-satunya kebijakan yang dapat diterapkan untuk jangka panjang, mengingat saat ini banyak permukiman mereka yang hampir kehabisan cadangan makanan.
Harus diketahui bahwa meskipun pasca kebangkitan energi primordial hasil panen meningkat berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya, panen sepuluh ribu kati per mu tidak lagi hanya ada di dalam surat kabar saja. Akan tetapi, setelah mengalami kerusuhan makhluk spiritual dan kekacauan Orc jahat, hampir seluruh kegiatan produksi terhenti. Saat ini, banyak permukiman manusia hanya mengandalkan sisa makanan cadangan serta mengirim orang ke alam liar untuk memetik buah liar dan sayuran liar demi menyambung hidup.
Faktanya, alasan mengapa Donny dan kawan-kawan merumuskan aturan-aturan keras tersebut adalah karena Wilayah Komodo telah mengalami krisis pangan yang parah. Mereka bahkan terpaksa mengandalkan kadal raksasa Komodo untuk berburu di alam liar demi menyediakan makanan bagi kota—sebuah kondisi yang sangat bertolak belakang dengan gagasan awal Yang Guang yang ingin memanfaatkan manusia untuk menghidupi para kadal raksasa tersebut.