Volume Empat: Jejak Harta Karun Bab Sembilan Belas: Pemuda Misterius
Shaoxing mulai diresahkan oleh hilangnya orang-orang secara misterius, terutama di daerah pinggiran kota. Yang lebih mengerikan, sebelum menghilang, para korban sempat menerima sebuah panggilan telepon yang isinya hanya diketahui oleh mereka sendiri.
Beberapa hari kemudian, melalui pencarian polisi, sebagian korban ditemukan, namun semuanya dalam keadaan tidak bernyawa. Kondisi jenazah sangat mengenaskan; seolah-olah seluruh cairan di dalam tubuh mereka telah tersedot habis, menyisakan kulit yang mengerut membungkus tulang-belulang.
Analisis pakar medis forensik menunjukkan bahwa cairan tubuh korban memang telah disedot keluar. Anehnya, tidak ditemukan luka tusuk atau lubang pada kulit mereka. Permukaan tubuh korban tampak utuh, tanpa luka yang bisa memicu pendarahan hebat. Hal ini membuat para ahli kebingungan.
Jika tidak ada luka, mungkinkah cairan tubuh itu menguap dengan sendirinya? Atau musnah karena suhu panas yang ekstrem? Namun, kondisi kulit korban tidak menunjukkan tanda-tanda terbakar. Lantas, apa penyebab sebenarnya? Apakah mereka bunuh diri atau dibunuh? Apa motif di baliknya? Setelah semua hipotesis terpatahkan, para pakar medis tidak mampu menjelaskan fenomena ganjil ini.
Di saat semua orang buntu, beberapa individu yang bukan orang sembarangan, seperti Xu Guoqing, mulai menangkap petunjuk dari rentetan kejadian aneh tersebut.
Xu Guoqing sebenarnya sudah menduga akan terjadi peristiwa ganjil setelah kematian Gui Jianshou. Namun, ia tidak menyangka kejadian itu tertunda begitu lama. Semakin lama tertunda, perasaan Xu Guoqing semakin berat. Berkat indra keenamnya yang tajam, ia merasakan aroma aneh di udara. Ia tahu, jika hal ini meledak, maka akan terjadi secara beruntun dan tak terbendung.
Benar saja, kenyataan sesuai dengan dugaannya.
Beberapa hari ini, Xu Guoqing menghabiskan banyak tenaga dan bahan berharga untuk membuatkan jimat pelindung bagi Yang Chenglin dan Si Raja Rongsok. Jimat ini mengandung energi Yang yang jauh lebih besar daripada jimat biasa. Begitu bersentuhan dengan roh jahat atau makhluk halus, mereka akan langsung lari atau ketakutan. Namun, jimat ini memiliki kelemahan: memancarkan energi Yang yang besar justru menarik perhatian makhluk halus, dan masa aktifnya hanya bertahan tiga hari.
Namun, Xu Guoqing tidak khawatir karena ia membuat banyak jimat cadangan. Satu-satunya yang ia cemaskan adalah jika makhluk yang dihadapi memiliki tingkat kesaktian yang melampaui batas energi Yang.
Di Shaoxing, ada beberapa orang lain yang merasakan keanehan ini. Salah satunya adalah seorang pria berusia tiga puluhan, berpakaian seperti pelancong dengan ransel di punggungnya. Ia bertanya kepada warga lokal, "Ada kejadian apa di sini?"
Warga itu menjawab dengan gemetar tentang orang-orang yang hilang dan ditemukan dalam kondisi kering tak bernyawa. Pria bertransel itu mengerutkan kening, tampak berpikir dalam. Setelah warga itu pergi, raut wajahnya berubah, ia tersenyum tipis dan bergumam, "Masalah, ini sangat merepotkan. Bisa ada yang mati, tapi pastinya bukan aku."
Di sudut lain Shaoxing, di sebuah rumah tua berlantai dua, terdengar suara seorang wanita tua merapalkan mantra yang tidak dimengerti. Ia berdiri di balkon, mengembuskan asap rokok ke langit, menatap gumpalan awan hitam yang menggantung di cakrawala.
Di tempat lain, sebuah kedai cukur rambut tua yang tampak biasa saja baru saja tutup. Pemiliknya, seorang kakek yang mahir mencukur, menutup pintu dan terdengar suara pekikan ayam yang sangat menyayat dari dalam.
Dunia ini memang penuh dengan orang-orang tersembunyi yang berkemampuan luar biasa, namun mereka lebih suka bersikap rendah hati.
Suatu hari, saat kabar penemuan mayat kembali mencuat, Xu Guoqing yang sedang duduk di sofa tiba-tiba membuka mata. Ia menatap Si Raja Rongsok sambil tersenyum.
"Ada apa, Saudara? Apakah kau punya niat lain menatapku begitu?" canda Si Raja Rongsok.
Xu Guoqing tertawa kecil, lalu berbisik, "Jika perasaanku benar, ada seseorang yang berdiri di depan vila kita. Dan dia sudah di sana selama setengah jam."
Yang Chenglin dan Si Raja Rongsok terperangah. Mereka tidak menyangka Xu Guoqing bisa mengetahui keberadaan orang asing itu dengan begitu akurat.
"Apakah kita mengenalnya?" tanya Yang Chenglin dengan tegang.
"Sepertinya tidak," jawab Xu Guoqing. Ia memberi isyarat agar mereka bersembunyi di kamar dalam. Kemudian, dengan santai ia berkata ke arah pintu, "Teman, jika sudah datang, silakan masuk. Tidak sopan jika hanya berdiri di luar."
Tak lama, terdengar ketukan pintu. Xu Guoqing mengizinkannya masuk. Seorang pria muda berpakaian sederhana dengan ransel masuk dan dengan canggung bertanya, "Boleh saya meminjam kamar kecil?"
Xu Guoqing mengizinkannya. Namun, ia tahu pria ini bukan orang biasa. Langkah kakinya dan caranya mengamati isi vila menunjukkan bahwa ia sedang memeriksa formasi feng shui yang telah Xu Guoqing pasang.
Setelah keluar dari kamar kecil, pria itu tersenyum dan bertanya, "Adik kecil, apakah kau tinggal sendirian di vila sebesar ini?"
Xu Guoqing tidak langsung menjawab, ia berhati-hati. "Menurutmu bagaimana?"
"Jika sebelumnya aku mungkin percaya kau sendirian, tapi sekarang tidak. Aku merasakan ada dua aura kehidupan yang besar di sini," ujar pria itu tenang.
Xu Guoqing menyadari keteledorannya; jimat pelindung yang ditempelkan pada Yang Chenglin dan Si Raja Rongsok memang memancarkan energi Yang yang kuat.
"Kau datang kemari bukan hanya untuk meminjam kamar kecil, kan?" tanya Xu Guoqing langsung.
"Tentu saja tidak," jawab pria itu lugas.
Mendengar kejujurannya, Xu Guoqing waspada. Apakah pria ini tidak berniat jahat, atau dia memang meremehkan Xu Guoqing?
"Apa tujuanmu?" tanya Xu Guoqing sambil bersiap menggenggam gagang pedang Qixing Longyuan di balik bajunya. Jika pria ini berniat buruk, ia tidak akan segan-segan bertindak.
Pria itu tersenyum tipis, "Adik kecil, aku mendengar isi hatimu yang ingin menjadikanku bahan percobaan? Jangan lakukan itu, kau akan menyesal nantinya."