Bab 12 Kamu Seharusnya Tahu Aku Sudah Menikah
Kepala pelayan menjawab, "Tuan Muda meminta saya pulang lebih dulu, katanya untuk saat ini tidak butuh dilayani."
Apakah benar tidak butuh dilayani, atau karena ia tidak ingin ada yang mengganggu waktu manisnya bersama Xu You?
Yue Yao merasa makanan yang baru saja ia telan tiba-tiba kehilangan rasanya, hambar tak berselera.
Kepala pelayan melanjutkan, "Sejak kecelakaan itu, Tuan Muda menjadi mudah berubah suasana hatinya dan jarang keluar rumah. Meskipun Xu You adalah orang yang bertahta di hatinya, bagaimanapun juga, Nyonya-lah yang kini resmi menikah ke dalam keluarga Shen."
"Tidak bisa dimungkiri, mungkin Xu You adalah sosok yang bisa membuka kembali hati Tuan Muda."
Yue Yao tentu memahami maksud ucapan kepala pelayan. Bagi Shen Yiran, Xu You adalah obat penyembuh. Dulu, Shen Yiran adalah putra kesayangan takdir yang bersinar terang, namun kini ia menjadi seorang penyandang disabilitas—dan ini bukan sekadar cacat secara fisik.
Yue Yao mengangguk, "Paman Qiao, aku mengerti apa yang ingin Anda katakan. Tentu saja, kesembuhan penyakitnya adalah prioritas bagiku. Lagipula, pernikahan kami hanyalah sebuah transaksi, aku tidak akan berharap terlalu banyak."
Kepala pelayan menyangkal, "Bukan itu maksud saya, Nyonya. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Anda adalah Nyonya keluarga Shen, cukup bagi Anda untuk menyadari hal itu."
Barulah Yue Yao tersadar. Ternyata raut wajahnya yang murung tadi telah tertangkap basah oleh pria tua itu. Itulah sebabnya ia mencoba menghiburnya.
"Terima kasih, Paman Qiao."
"Jika Nyonya memiliki pertanyaan, silakan tanya saja pada saya."
Bibir merah Yue Yao bergerak tipis, "Kalau begitu, mengapa dulu dia dan Xu You putus?"
"Alasan perpisahan itu hanya Tuan Muda sendiri yang tahu. Namun benar adanya bahwa Tuan Muda mengalami depresi berat dan akhirnya lumpuh karena peristiwa perpisahan itu."
Kata-kata Paman Qiao terus terngiang di telinganya. Jika ikatan perasaan mereka begitu mendalam, bagaimana mungkin ia bisa ikut campur? Lagipula, niat awalnya sendiri bukanlah atas dasar cinta yang murni.
Dengan apa ia harus bersaing melawan Xu You? Xu You bisa menggunakan kedok hubungan kerja agar Shen Yiran tetap berada di sisinya, sementara ia, sang Nyonya Shen yang sah, justru masih tidur di kamar terpisah dengan suaminya. Memikirkannya saja terasa ironis. Bagi Shen Yiran dan Xu You, dialah yang sebenarnya orang asing di antara mereka.
Di saat yang sama, di sebuah apartemen mewah di kawasan elit Kota Qing.
Xu You mengundangnya ke apartemen dengan alasan ingin membahas detail kontrak. Namun, Xu You sama sekali tidak menyinggung soal kontrak tersebut. Ia menyendokkan lauk favorit Shen Yiran ke piringnya, "Aran, aku hanya ingin merawatmu dengan baik dan menebus kesalahanku sekarang. Biarkan aku berada di sisimu, itu saja sudah cukup."
Shen Yiran mengerutkan kening, lalu memalingkan wajah.
"Tidak suka makan ini?"
"Tidak suka."
Xu You ingat dulu Shen Yiran sangat menyukai hidangan ini, bahkan ia belajar memasaknya khusus untuknya. Sekarang, meski kemampuannya dalam memasak sudah jauh lebih mahir, Shen Yiran justru tidak menyukainya lagi.
Tatapan Shen Yiran dingin dan datar, "Seharusnya kau tahu kalau aku sudah menikah."
Xu You mengatupkan bibirnya, matanya menyiratkan keengganan, "Aku tahu... Dan aku juga tahu kau selalu suka merebut apa pun yang disukai Shen Yishen. Kali ini juga sama, bukan?"
"Kali ini berbeda."
Berbeda? Apa yang berbeda?
"Aran, apa kau mulai jatuh hati padanya?"
Shen Yiran tidak menjawab pertanyaannya, justru matanya menatap tajam penuh selidik, "Mulai sekarang, jangan menemuinya secara diam-diam."
Kota Qing memang wilayah kekuasaannya; setiap gerak-gerik Xu You pasti diketahui dengan jelas olehnya. Xu You tidak membantah, ia hanya menjawab dengan nada sedikit menyesal, "Itu hanya kebetulan bertemu di pusat pelatihan. Jangan marah, Aran. Biarkan aku merawatmu, ya?"
Shen Yiran memejamkan mata, "Lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan."
Apa maksud ucapan Shen Yiran tadi bahwa kali ini berbeda? Apakah ia benar-benar menyukai wanita bernama Yue Yao itu? Mustahil. Cara pria itu menatapnya masih sama seperti dulu. Terlebih lagi, Shen Yishen mengatakan bahwa Shen Yiran masih menyimpan foto mereka berdua.
Sekarang, dengan adanya kerja sama antara dirinya dan Grup Shen, ia punya cukup waktu untuk kembali ke sisi Shen Yiran.