Dunia langit berbintang yang luas dan bergelombang, kebangkitan mengerikan yang melahap segala, tak terhitung bangsa terjerumus ke jurang kiamat; sebuah surat dari masa depan, membawa Chu Feng melangkah di jalan penyelematan, melintasi medan perang tanpa bilangan, tegak di puncak dunia, membalikkan bencana kiamat berulang kali, menggenggam ruang dan waktu tanpa batas, mengarungi jutaan dimensi, melampaui evolusi tertinggi, dan akhirnya menjadi penguasa agung nan tiada tanding!
"Chu Feng, kau ikut kelas teknik bertarung hari ini atau tidak? Hari penilaian prajurit antarbintang sudah dekat."
"Uh... tidak. Aku memang bukan calon prajurit; lebih baik aku meneruskan profesi orang tuaku sebagai penjelajah."
"Penjelajah? Kau bicara seolah itu mudah. Orang tuamu memang meninggalkan peta bintang, tapi apa kau punya pesawat?"
Seorang pemuda mendengar jawaban mengantuk dari atas ranjang, mengernyitkan dahi, dan ketika tidak ada jawaban lagi, ia tahu Chu Feng sudah kembali tertidur. Ia hanya bisa menggelengkan kepala dengan pasrah lalu keluar dari pintu asrama.
Entah sudah berapa lama berlalu, Chu Feng di atas ranjang bangkit dengan mata setengah terpejam, meregangkan tubuh dan menguap panjang. Setelah pikirannya perlahan-lahan jernih, ia turun dari ranjang dengan langkah malas, menuju kamar kecil.
Chu Feng adalah seorang mahasiswa, seorang mahasiswa yang sangat tertutup, sosok “hantu” terkenal di kelasnya. Nama dan keberadaannya dikenal oleh guru dan teman, namun wujudnya seolah selalu samar dan tak menonjol—kehadirannya nyaris nihil.
Ia memang terbiasa sendiri sejak kecil; orang tuanya hilang saat ekspedisi di sebuah planet. Untungnya, mereka meninggalkan cukup banyak harta, ditambah tunjangan sosial dan perhatian dari sahabat orang tuanya, sehingga Chu Feng tumbuh tanpa kesulitan berarti.
Setelah dewasa, ia tak lagi bergantung pada orang lain, termasuk sahabat orang tuanya, jarang sekali ia menghubungi mereka. Ia telah membangun gaya hidup yang benar-benar mandiri.
Di era ini