Ketika terbangun dari tidur, Shen Yi Yi mendapati dirinya berbaring di atas ranjang kamar asrama semasa kuliah, sementara sahabat-sahabat sekamarnya tengah mendesaknya untuk segera bangun dan berangka
Namaku Shen Yiyi, hari ini adalah... 17 September 2007, Senin.
Sejujurnya, ketika mengucapkan tanggal ini aku sangat ragu, karena dalam ingatanku yang masih tersisa, hari ini seharusnya adalah 17 September 2017, Minggu. Kemarin, tepatnya siang hari tanggal 16 September 2017, aku menghadiri pernikahan Xiao Ru, teman satu kamarku semasa kuliah, sebagai pengiring pengantin. Dari pukul tiga dini hari sampai pukul empat sore, aku baru menyelesaikan “tugas” ini. Setelah acara pengantin selesai, teman-teman kuliah yang sudah lama tak bertemu kembali mencari KTV untuk melanjutkan pesta.
Sudah tujuh tahun sejak kelulusan, dua ribu lima ratus hari lebih yang tidak bisa dibilang panjang itu telah membuat orang-orang yang dulu sangat akrab kini terasa asing. Di pesta perpisahan sebelum wisuda, kalimat yang paling sering diucapkan adalah, “Nanti harus sering kumpul,” tapi harapan untuk bertemu lagi itu akhirnya sirna karena berbagai alasan, dan pernikahan menjadi satu-satunya kesempatan semua orang berkumpul.
Ketua kelas kami, Liu Lei, sedang bersulang bersama teman satu kamarnya, perut birnya tumbuh secepat performa penjualannya. Kabar yang kudengar, dia sekarang bekerja di perusahaan multinasional top dan kariernya sangat gemilang. Tak heran, sejak masuk kuliah, dia sudah menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi, saat yang lain masih canggung dengan lingkungan kampus, dia sudah akrab dengan dosen pembimbing, berbicara akrab seperti saudara, ditambah wajahnya yang lumayan, membuatnya cukup populer di jurusan.
Dulu, ketika baru masuk kuliah, Xiao Ru sempat