Pembantaian Tanpa Ampun, Pendudukan Kota
Di dalam kota, bangsa Kegelapan pun menyadari kehadiran Qin Feng yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Mengapa petualang manusia ini masih hidup? Di mana Penguasa Agung?”
Seseorang tak kuasa menahan diri untuk bertanya.
“Jangan-jangan, Penguasa Agung telah gugur?”
“Tidak, itu mustahil. Seorang petualang manusia mana mungkin bisa menandingi Penguasa Agung.”
“Penguasa Agung pasti ada di belakangnya, petualang manusia ini pasti mati!”
Rasa takut yang tak terkatakan menyebar di hati mereka. Bangsa Kegelapan tak mampu menerima kenyataan ini dan terus menipu diri sendiri.
Tiba-tiba, aura pedang di atas kepala menggema, ribuan sihir meraung dan menghantam deras. Qin Feng pun mulai bergerak, melancarkan pembantaian tanpa ampun terhadap bangsa Kegelapan di dalam kota.
Ledakan demi ledakan terdengar, cahaya pedang berkilauan.
Jerit pilu menggema di seluruh penjuru kota.
Penguasa Xuan Ming telah tewas, tiada satu pun bangsa Kegelapan yang mampu menahan satu jurus dari Qin Feng.
“Wali Kota, Komandan sudah kembali, kita juga harus bertindak.” Di luar kota, di tengah hutan, bala tentara menatap pemandangan mengerikan di kota dengan semangat membara.
Mazi—yang sudah tak sabar sejak lama—segera mengeluarkan perintah.
“Semua prajurit, dengarkan! Bergeraklah dalam tim beranggotakan lima orang. Siapa pun dilarang berpisah, bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan, kalian tahu akibatnya. Maju!”
Begitu perintah dikeluarkan, suara pekik perang mengguncang langit.
Satu pasukan berjumlah sepuluh ribu orang menyerbu masuk ke kota.
Semua tentara bergerak dengan kekompakan luar biasa dalam formasi lima orang, bahkan saat menghadapi pasukan elit Kegelapan level 200, mereka masih mampu bertahan.
“Ingat, utamakan keselamatan!” Mazi kembali mengingatkan.
Untuk melatih para prajurit ini, ia telah mengorbankan banyak hal. Kehilangan satu saja di antara mereka adalah sesuatu yang tak ia inginkan.
“Tenang saja, Wali Kota, kami tahu batasannya.”
Pasukan bergerak dengan rapi, tanpa satu pun yang berani melanggar aturan.
Semua tahu, jika mereka gugur, atribut mereka akan lenyap seketika, dan dengan begitu banyak anggota cadangan yang siap menggantikan, mustahil mereka bisa kembali ke pasukan utama.
“Serang!”
“Tolong! Para petualang ini benar-benar sekelompok orang gila!”
“Tidak mungkin! Bangsa Kegelapan tak akan pernah kalah dari ras hina seperti mereka!”
“Aku tak terima! Penguasa Agung pasti akan membalaskan dendamku…”
Suara perang dan jeritan menyayat hati memenuhi udara.
Ke mana pun pasukan itu melaju, setiap bangsa Kegelapan yang ditemui langsung ditebas habis.
Qin Feng melayang di udara, sihir meraung di sekelilingnya, dengan dingin ia membantai bangsa Kegelapan yang tersisa.
Sasaran Qin Feng adalah para prajurit elit Kegelapan yang terkuat.
Sisa prajurit dan bangsa Kegelapan biasa dibiarkan Qin Feng untuk dihadapi oleh pasukan, demi melatih pengalaman tempur mereka.
Pertempuran berlangsung hingga menjelang fajar.
Jerit kesakitan bangsa Kegelapan di dalam kota perlahan menghilang.
Di sepanjang jalan, mayat menumpuk, darah mengalir membentuk sungai.
Ratusan ribu bangsa Kegelapan dibantai hingga tak bersisa.
Banyak prajurit yang melihat pemandangan itu tak kuasa menahan rasa mual, namun tetap berwajah dingin, berusaha tampak tenang.
Mereka adalah prajurit, pasukan elit dari Legiun Xuanyuan, tak boleh gentar oleh pemandangan seperti ini.
“Bro Kelinci, altar Kota Kegelapan sudah ditemukan,” seru Mazi dengan penuh semangat kepada Qin Feng, sebab ini adalah kota tingkat 5.
Para kapten mereka saja baru mendapatkan izin untuk meningkatkan kota ke tingkat 3.
“Tunjukkan jalannya,” kata Qin Feng langsung.
Kota Kegelapan adalah kota tingkat 5, kaya sumber daya, dipenuhi monster kuat, jika dikuasai, bisa menjadi markas rahasia Legiun Xuanyuan.
“Komandan!”
“Komandan!”
Di sepanjang jalan, para prajurit yang sedang membersihkan medan perang menyapa Qin Feng dengan antusias, pandangan mereka penuh kekaguman dan hormat.
Kekuatan Qin Feng sekali lagi membuat semua orang bertekuk lutut.
Walau tidak terikat kontrak jiwa, mereka tetap setia sepenuh hati pada Qin Feng.
Tak berlebihan jika dikatakan, segalanya yang mereka miliki sekarang adalah berkat Qin Feng.
Di benua dengan berbagai ras ini, bahkan jika Qin Feng memerintahkan mereka untuk mati, mereka tak akan ragu sedetik pun.
Qin Feng tersenyum dan mengangguk, lalu bersama Mazi, masuk ke kastil tua di tengah kota.
Altar itu memang tersembunyi di dalam kastil tua tersebut.
Dengan tewasnya Penguasa Kegelapan dan bangsa Kegelapan di kota habis dibantai, meskipun altarnya belum dihancurkan, Kota Kegelapan sudah tidak berarti lagi.
“Mazi, cari satu prajurit yang kau percaya untuk mengelola Kota Xuanyuan, lalu kau jadi Wali Kota Kegelapan,” ujar Qin Feng sambil membuka Toko Ujian, menukar 500 ribu poin untuk sebuah Surat Izin Mendirikan Kota, dan langsung memberikannya pada Mazi.
Mata Mazi membelalak, ia menerima Surat Izin itu dengan hati-hati, namun tampak ragu.
“Bro Kelinci, bagaimana kalau kau saja yang jadi wali kota? Posisiku terlalu rendah.”
Maksud Mazi adalah jabatannya di pasukan.
“Ini kota kita sendiri, tak perlu pedulikan hal itu. Lagi pula, kau memang pantas mendapatkannya.”
Qin Feng berkata jujur, selama ini Mazi mengelola Kota Xuanyuan dengan sangat baik, tak kalah dari Wu Ming.
“Bro Kelinci!” Mazi begitu tersentuh, menatap Qin Feng penuh semangat.
Qin Feng merinding, mundur selangkah sambil membentak, “Dasar! Tatap aku seperti itu lagi, kupotong saja milikmu!”
Qin Feng selalu merasa tatapan Mazi padanya aneh.
“Hehe…” Mazi tertawa kaku, segera mengalihkan pandangan.
“Ji Yang, mulai sekarang kau jadi Wali Kota Xuanyuan.” Mazi menoleh pada seorang pemuda di belakangnya dan langsung menyerahkan jabatan wali kota.
“Terima kasih, Komandan, Wali Kota, atas kepercayaan kalian. Aku tak akan mengecewakan kalian,” jawab Ji Yang dengan penuh semangat.
Qin Feng mengangguk. Ia tahu pemuda ini adalah kapten divisi utama Legiun.
Ia memiliki profesi langka, Pemanah Angin Badai, dengan bakat elemen angin tingkat SS, kekuatannya hanya di bawah Mazi.
Saat itu juga, Mazi menuju altar dan menghancurkannya dengan satu telapak tangan.
{Pengumuman Kota Kegelapan: Petualang Liao Fei menghancurkan Altar Kegelapan, Kota Kegelapan pun musnah…}
Setelah pengumuman itu, Mazi mengeluarkan Surat Izin Mendirikan Kota, lalu menyatukannya ke altar.
Pengumuman lain pun terdengar.
{Pengumuman Kota Kegelapan: Petualang Liao Fei memperbaiki Altar Kegelapan dan menjadi Wali Kota Kegelapan yang baru}
Maka, Mazi benar-benar telah menguasai Kota Kegelapan, mengetahui segala hal di dalam kota itu secara rinci.
“Bro Kelinci, sudah berhasil!” ujar Mazi dengan gembira, berharap pujian dari Qin Feng.
“Ada barang berharga apa di Kota Kegelapan ini?” tanya Qin Feng penasaran.
Ini kota tingkat 5, pasti menyimpan banyak harta.
Serangan ke kota ini terjadi begitu mendadak, dalam waktu singkat, mustahil harta berharga bisa diselamatkan.
“Ayo, kita ke gudang,” ajak Mazi.
Sebagai wali kota, ia hanya mengetahui informasi umum tentang Kota Kegelapan, namun isi gudang harta karun ia sendiri belum tahu.
Dengan sigap, Mazi membawa Qin Feng menuju aula utama kastil dan menemukan lorong rahasia yang langsung mengarah ke bawah tanah.
Di situlah letak gudang harta Kota Kegelapan.
Lorong itu gelap dan dalam, di langit-langitnya bertabur batu permata yang memancarkan cahaya redup, menerangi jalan.
Tak lama, Qin Feng dan Mazi sampai di gudang harta.
Melihat tumpukan barang di dalamnya, keduanya hanya bisa tertegun.
Di hadapan mereka, buah spiritual rahasia menumpuk membentuk gunungan.
Jumlah buah spiritual di sini jauh lebih banyak dari yang pernah Qin Feng dapatkan sebelumnya, jelas ini hasil akumulasi puluhan tahun dari Tanah Terlarang Kegelapan.
Berbagai bahan langka juga tertata rapi, menggunung seperti bukit kecil.
“Bro Kelinci, perlengkapan emas gelap!” seru Mazi.
Di depan mata mereka, rak-rak yang panjangnya tak terlihat ujung, penuh dengan perlengkapan emas gelap tingkat 6 level 500.