Di ponselku, ada video dan rekaman suara saat mereka merundungku.
Suara Zhou Kai membuat wanita di sampingnya terdiam, lalu menoleh ke arah yang ditunjuk pemuda itu.
"Di mana? Apakah itu orang yang memukulmu?" tanya wanita itu dengan nada tegang.
"Benar, pakaian hitam dan topi hitam, itu dia!"
Begitu suara Zhou Kai mereda, kedua pria berjas itu saling bertukar pandang, lalu langsung melangkah mengejar sosok tersebut.
Begitu Meng Zhiyi duduk, sebelum Meng Yiyang sempat bertanya minuman apa yang ia inginkan, seseorang sudah mendorongnya dengan kasar.
Dalam hitungan detik, Zhou Kai dan ibunya telah memblokir jalan di hadapan Meng Zhiyi, sementara kedua kakaknya berdiri di sisi kanan dan kiri.
Meng Zhiyi saat itu sedang sangat mengantuk. Melihat ada yang mengganggu, ia mengangkat wajahnya dengan ekspresi dingin dan mendapati Zhou Kai berdiri di hadapannya.
"Bocah sialan, sudah lama bersembunyi, akhirnya aku bisa menemukanmu juga, ya?"
Hari-hari Zhou Kai di rumah sakit sama sekali tidak menyenangkan, bahkan Song Wei tidak pernah sekalipun menjenguknya. Ia melampiaskan seluruh kemarahan itu kepada orang yang telah membuatnya masuk rumah sakit.
"Jadi kau yang memukul anakku? Aku akan pastikan kau mendekam di penjara seumur hidup!"
Ibu Zhou Kai adalah sosok yang terkenal garang di kalangan elit ibu kota. Sambil memaki, ia langsung mengulurkan tangan untuk merampas topi yang menutupi kepala Meng Zhiyi.
Tatapan Meng Zhiyi berubah tajam, dan separuh tangannya yang berada di dalam saku sudah ditarik keluar.
"Apa yang kalian lakukan?" Meng Yiyang melangkah cepat ke depan dan berdiri menghalangi Meng Zhiyi.
Wanita itu tertegun sejenak, menatap lurus ke arah kakak kedua yang kini melindungi di depannya.
Meng Yiyang menatap dingin sekelompok orang di hadapannya, lalu berkata dengan suara berat, "Nyonya Zhou, apa yang sedang Anda lakukan?"
"Kau!" Nyonya Zhou secara refleks hendak memarahi orang di depannya, namun detik berikutnya ia ditahan oleh kedua putranya yang berdiri di belakang.
Nyonya Zhou mungkin tidak mengenali Meng Yiyang, bukan berarti anak-anaknya tidak tahu.
"Ibu, dia adalah Tuan Muda Kedua dari keluarga Meng, Meng Yiyang."
Mendengar penjelasan putranya, Nyonya Zhou sedikit meredakan amarahnya, namun tetap bersikap agresif. "Oh, ternyata dari keluarga Meng. Tapi hari ini, meskipun keluarga Shen yang datang pun tidak akan berguna. Orang di belakangmu ini telah membuat anakku masuk rumah sakit, aku harus membuatnya dipenjara."
Meng Yiyang memang sempat mendengar kabar tentang keluarga Zhou yang menggelar sayembara dengan imbalan besar untuk mencari pelaku, tetapi bagaimanapun ia berpikir, ia tidak bisa menghubungkan masalah itu dengan Meng Zhiyi.
Tentu saja, itu adalah pemikiran sebelum ia tahu yang sebenarnya.
Setelah menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang itu dihajar habis-habisan oleh Meng Zhiyi semalam, ia kini menatap Zhou Kai yang masih duduk di atas kursi roda dengan secercah rasa kasihan.
"Kau bilang aku yang membuat anakmu masuk rumah sakit, apa kau punya buktinya?" Meng Zhiyi memajukan separuh tubuhnya, mengerjap-ngerjapkan matanya yang tampak polos ke arah Nyonya Zhou.
Mendengar suara itu, bahkan Zhou Kai sendiri pun tertegun.
"Bagaimana bisa itu kau?" Ada ekspresi jijik yang terlintas di wajah Zhou Kai.
"Jadi, orang yang ingin kau cari sebenarnya bukan aku, ya?" tanya Meng Zhiyi dengan polosnya.
[Hih, sampah kecil, kalau kau bisa menemukan buktinya, aku anggap aku kalah.]
Setelah mendengar suara hati Meng Zhiyi, Meng Yiyang menunjukkan ekspresi seolah berkata, 'Sudah kuduga'.
Zhou Kai sama sekali tidak menyangka bahwa orang itu adalah Meng Zhiyi, sehingga kemarahan di dalam hatinya karena berhasil menemukan sang pelaku seketika memudar.
Sebagai gantinya, ia berkata dengan nada yang sangat buruk dan tidak sopan, "Meng Zhiyi, terakhir kali Weiwei meneleponku dan bilang kau kembali merundungnya, benar kan? Apakah kau sudah lupa dengan peringatan-peringatan yang kubrikan padamu sebelumnya?"
Mendengar itu, ekspresi Meng Yiyang berubah menjadi suram.
Senyum di wajah Meng Zhiyi sama sekali tidak luntur, tetapi jika diperhatikan lebih dekat, akan terlihat kilatan dingin yang menusuk tulang di lubuk matanya.
[Masih berani bersikap arogan rupanya. Sepertinya pukulan kemarin masih terlalu ringan, lain kali aku harus meremukkan kesombongan ini dengan benar.]
Sebelum ia sempat berbicara, Shen Ke dan Meng Zhizhou sudah keluar dari ruang interogasi.
Mereka tepat mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Zhou Kai.
"Keluarga Zhou benar-benar luar biasa."
Meng Zhizhou melangkah maju dengan langkah lebar, tubuh tingginya langsung menutupi dan melindungi Meng Zhiyi di belakangnya.
Ia memasukkan satu tangan ke dalam saku celananya, memancarkan aura penuh tekanan yang ia tempa selama bertahun-tahun bergelut di dunia bisnis. Tatapannya yang tajam tertuju pada Zhou Kai di atas kursi roda.
Dengan suara dingin ia berkata, "Di sekolah pun, kau memperlakukan adikku seperti ini?"
Seburuk apapun perangai Zhou Kai, ia tetap merasa gentar saat berhadapan dengan Meng Zhizhou yang lebih tua darinya, dan bahkan memiliki pengaruh bisnis yang lebih tinggi daripada kakaknya sendiri.
Ia menelan ludah, matanya berkedip-kedip beberapa kali tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun.
"Aku ingat, aku juga sudah memperingatkanmu terakhir kali, Zhou Kai." Shen Ke berjalan perlahan, dan saat menyebut nama pemuda itu di akhir kalimat, suaranya mengandung peringatan mutlak yang tidak bisa diabaikan.
Wajah Zhou Kai berubah drastis, lalu dengan ekspresi terkejut ia menoleh ke arah orang di belakangnya.
Begitu Shen Ke bersuara, bahkan Nyonya Zhou yang tadinya begitu berapi-api langsung kehilangan nyali.
Di kalangan elit ibu kota, siapa pun boleh disinggung, kecuali keluarga Shen.
Dengan nada terbata-bata Nyonya Zhou berkata, "Tunggu, ini hanya kesalahpahaman... Kami salah orang."
Setelah mengatakan itu, ia buru-buru memberi isyarat kepada kedua putranya untuk segera mendorong kursi roda Zhou Kai dan pergi dari sana.
Namun, Shen Ke melangkah lebar dan menghalangi jalan mereka.
"Apa yang aku bicarakan dengan Nyonya Zhou bukanlah hal yang sama." Sepasang mata Shen Ke yang dingin bagai giok hitam menatap lurus ke arah Zhou Kai di atas kursi roda.
Ia melanjutkan, "Zhou Kai, apakah kau juga sudah melupakan peringatanku?"
Mendengar ucapan Shen Ke sampai sejauh itu, Nyonya Zhou seketika dilanda kepanikan.
Ia buru-buru maju untuk menghalangi Zhou Kai di belakangnya, lalu berkata kepada Shen Ke dengan nada merendah dan menjilat, "Tuan Muda Shen, mereka semua hanyalah anak-anak, bertengkar kecil adalah hal yang wajar."
Shen Ke menatap Nyonya Zhou dengan tajam. "Anak-anak berusia 20 tahun? Pria memukuli wanita, itu juga hal yang wajar?"
Nyonya Zhou kehabisan kata-kata.
Sementara itu, meskipun Zhou Kai merasa takut pada Meng Zhizhou dan Shen Ke, begitu ia teringat bahwa orang yang disukai oleh Song Wei justru sedang melindungi wanita lain, akal sehatnya seketika buyar.
"Shen Ke, apakah kau benar-benar ingin mengabaikan perasaan Weiwei dan membuatnya sedih berulang kali hanya demi wanita itu?"
"Mengapa aku menargetkan Meng Zhiyi, apa kau tidak tahu alasannya?"
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, sebuah tamparan mendarat telak di kepala Zhou Kai.
Nyonya Zhou memukul putranya itu dengan ringan tanpa tenaga, lalu langsung meminta maaf dengan panik, "Maaf, maafkan kami. Dia baru keluar dari rumah sakit jadi pikirannya sedang kacau dan tidak sadar, mohon Tuan Muda Shen jangan ambil pusing."
Mengenai pertanyaan Zhou Kai, Shen Ke bahkan tidak berniat untuk menjawabnya.
Sebaliknya, putra sulung keluarga Zhou yang sedari tadi bungkam kini melangkah maju dan menyampaikan permintaan maaf dengan tulus.
"Maafkan kami, ini karena kami tidak bisa mendidik adik kami dengan benar, dan kami tidak tahu apa saja yang telah ia perbuat di luar. Jika berkenan, kami bersedia membayar sejumlah uang sebagai kompensasi."
[Minta ganti rugi? Bagus sekali, aku setuju!]
[Kalau memang mau membayar ganti rugi, lebih baik bayar yang banyak sekalian.]
Meng Zhiyi yang dilindungi di belakang memiringkan kepalanya, teringat pada satu hal lain yang telah menjadikannya korban.
Ketiga pria yang mendengar suara hatinya itu seketika terdiam tanpa kata.
Shen Ke: "Korban yang sebenarnya bukanlah aku, percuma bicara padaku."
Setelah berkata demikian, Meng Zhizhou dan Meng Yiyang secara bersamaan bergeser berdiri ke samping.
Meng Zhiyi duduk di bangku panjang, pinggiran topinya menutupi sebagian kecil wajahnya, bersandar malas pada dinding.
Terlepas dari suara halusnya yang lembut, Zhou Kai benar-benar merasa yakin—bagaimanapun ia melihatnya—bahwa wanita inilah yang telah menghajarnya habis-habisan malam itu.
Namun, jika dipikir-pikir kembali, Meng Zhiyi sebelumnya selalu membiarkan dirinya diperlakukan semena-mena olehnya tanpa pernah berani melawan, jadi tidak mungkin dia adalah orang yang sama dengan sosok malam itu.
Untuk sesaat, Zhou Kai pun mulai tidak yakin apa sebenarnya ciri-ciri dari orang yang telah menghajarnya malam itu.
Melihat semua orang menatap ke arahnya, Meng Zhiyi berdeham kecil, lalu berkata kepada Meng Zhizhou di sampingnya, "Kak, selain dia, masih ada beberapa orang lainnya. Mereka sudah berkali-kali menyeretku ke aula olahraga, menjambak rambutku, dan menampar wajahku."
"???"
Begitu kalimat itu terlontar, bahkan Shen Ke pun menatapnya dengan terkejut.
Selanjutnya, mereka bertiga mendengar Meng Zhiyi melanjutkan, "Setiap kali Song Wei merasa tidak senang, tidak peduli apakah itu karena kesalahanku atau bukan, Zhou Kai selalu melampiaskan amarahnya kepadaku."
[Namun, pada saat-saat Meng Zhiyi memohon pertolongan kepada kalian berkali-kali, kalian tidak pernah sekalipun peduli.]
[Oleh karena itu, selain Zhou Kai yang bertindak kasar, kalian bertiga yang memilih untuk menutup mata dan berpura-pura tidak tahu juga adalah pelaku perundungan.]
Seolah ingin memperkuat bukti perundungan yang dilakukan Zhou Kai di sekolah, Meng Zhiyi perlahan menyingsingkan lengan bajunya, memperlihatkan dua bekas luka bakar akibat puntiran rokok di kulitnya.
"Mereka bahkan menyulut kulitku dengan puntir rokok, dan melarangku untuk melaporkannya kepada siapapun, jika tidak mereka akan memberiku pelajaran yang jauh lebih buruk."
Mendengar penuturannya yang disampaikan tanpa gejolak emosi apapun, Meng Zhizhou dan Meng Yiyang merasakan tenggorokan mereka mendadak kering, seolah ada sesuatu yang menyumbat di sana.
Shen Ke mengatupkan bibirnya rapat-rapat, entah apa yang sedang berkecamuk di dalam lubuk hatinya.
Meng Zhizhou mengepalkan kedua tangannya erat-erat, diliputi rasa penyesalan yang mendalam atau rasa geram yang teramat sangat, atau bahkan gabungan dari keduanya.
Hanya terdengar suaranya yang terucap lewat gigi yang terkatup rapat, "Masalah ini tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan ganti rugi uang. Zhou Kai, bersiaplah menerima surat panggilan sidang saat kau pulang nanti."
Zhou Kai sama sekali tidak menyangka Meng Zhiyi akan membongkar masalah perundungan ini di saat seperti sekarang. Namun, di tengah kepanikannya, ia tetap bersikeras membela diri dengan gigi gemeretak, "Dia adalah pembohong ulung! Kalau dia bilang aku merunduknya, mana buktinya?"
Lagi pula, terakhir kali Shen Ke bergegas datang ke sana, mereka bahkan belum sempat melakukan apa pun secara fisik, belum ada tindakan nyata yang terjadi.
Zhou Kai merasa bangga dalam hati, sambil bersumpah dalam diri bahwa setelah ia pulih nanti, ia pasti akan memberi wanita itu pelajaran agar tahu diri.
Tanpa diduga, ucapan Meng Zhiyi berikutnya bagaikan seember air dingin yang mengguyur kepalanya.
"Di dalam ponselku, terdapat video dan rekaman suara saat mereka merundukiku."